2018-10-03   |   Dilihat 92 kali
HADIRI SERTIJAB, GUBERNUR JATIM SARANKAN BUPATI LUMAJANG TINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN
Foto : Dok. Bag. Humas & Protokol-lmj
Serah terima jabatan (Sertijab) dari purna tugas Bupati Lumajang As'at kepada Bupati Lumajang Masa Jabatan 2018-2023 dilakukan di Pendopo Kabupaten Lumajang, Rabu (3/10/2018).

Sertijab dari purna tugas Bupati Lumajang kepada Bupati Lumajang terpilih periode 2018-2023 berjalan dengan khidmat, disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan dihadiri oleh Forum Koordinas Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus Kabupaten Lumajang beserta Istri, purna tugas Wakil Bupati Lumajang, seluruh Kepala OPD, Camat, Lurah serta tamu undangan yang hadir.

Usai pelaksanaan prosesi Sertijab, acara dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Lumajang yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Lumajang Sugiantoko. Dalam acara tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) dan Indah Amperawati (Bunda Indah) menyampaikan Pidato Perdananya dalam Rapat Paripurna Istimewa.

Cak Thoriq dalam paparannya menyampaikan bahwa secara geografis potensi Kabupaten Lumajang adalah dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dominan pada sektor pertanian, yaitu mencapai 35.91%. Namun pertanian di Kabupaten Lumajang masih terdapat permasalahan, terutama dari segi regenerasi petani dan kesuburan tanah terus berkurang.

Dan, Bunda Indah juga menyampaikan upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, yakni dengan mendorong industri hasil pertanian, sehingga pertanian di Kabupaten Lumajang produksinya terus meningkat.

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan bahwa salah satu contoh wilayah di Lumajang bagian selatan memiliki sumber air yang melimpah, sehingga pertanian sangat produktif. Sedangkan, untuk wilayah bagian utara adalah daerah yang kekurangan air, sehingga bisa ditanami sengon. "Lumajang yang kering produktif, dan lahan yang cukup air juga produktif," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan bahwa sebanyak 80 persen dari jumlah penduduk Lumajang adalah bermata pencaharian sebagai petani. Menurutnya, jika Pemkab Lumajang ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka pemerintah daerah harus menggenjot peningkatan produksi di bidang pertanian.

"Untuk itu, saya menyarankan agar hasil panen dari Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani, red) harus sudah menjadi beras. Dan, Pemerintah daerah juga harus menyisihkan anggarannya melalui Bank Perkreditan Rakyat, untuk kemudian bisa dipinjamkan kepada kelompok tani dengan bunga yang cukup ringan," ujarnya.

Soekarwo juga meminta agar Bupati dan Wakil Bupati Lumajang memperhatikan urusan wajib pemerintah daerah, sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Daerah.

Ia berpesan agar Pemerintah Daerah melakukan komunikasi dengan DPRD Lumajang dalam merumuskan perencanaan dan pengambilan kebijakan. "Jangan pernah meninggalkan DPRD dalam mengambil keputusan. Kalau lembaganya kompak baru perencanaan dapat dilaksanakan dengan baik," katanya. (Bag. Humas & Protokol, Kominfo-lmj)
05 September 2019   |   Dilihat 237 kali   |   Baca
PROGRAM KOTAKU, MEMBANGUN NEGERI DARI LORONG SEMPIT ......................................................................................................
04 September 2019   |   Dilihat 95 kali   |   Baca
ANAK LUMAJANG, BERANI JUJUR ITU HEBAT ......................................................................................................
03 September 2019   |   Dilihat 93 kali   |   Baca
KEMAJUAN DAN KEKUATAN PEREKONOMIAN INDONESIA HARUS DITOPANG DENGAN PERILAKU ANTI KORUPSI ......................................................................................................
01 September 2019   |   Dilihat 82 kali   |   Baca
PJ. SEKDA KAGUM DENGAN KEMERIAHAN PERINGATAN TAHUN BARU ISLAM DI KLANTING ......................................................................................................
02 September 2019   |   Dilihat 78 kali   |   Baca
LUMAJANG MENJADI TITIK KE 20 ROADSHOW BUS KPK 2019 ......................................................................................................