2019-01-24   |   Dilihat 140 kali
PEMKAB LUMAJANG BANTU SELESAIKAN KONFLIK ANTARA MASYARAKAT DAN PT. RANU LADING
Foto : Dok. Bag. Humas & Protokol-lmj

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang telah memfasilitasi proses mediasi, dan membantu menyelesaikan permasalahan antara PT. Ranu Lading dengan masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya aktivitas PT. Ranu Lading yang tidak sesuai dengan perijinan Hak Guna Usaha.

Hal tersebut dijelaskan Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) saat mediasi ke-2 antara PT. Ranu Lading dengan masyarakat Desa Sumberwringin Kecamatan Klakah dan masyarakat Desa Salak Kecamatan Randuagung, di Ruang Nararya Kirana Kantor Bupati Lumajang, Kamis (24/1/2019).

Cak Thoriq juga menjelaskan bahwa terjadinya permasalahan tersebut, dikarenakan surat ijin pengajuan perpanjangan untuk tidak menanam kopi dan cengkeh selama 2013-2014 yang dibuat oleh pihak PT. Ranu Lading, tidak sesuai dengan surat perijinan HGU. Pasalnya, hingga saat ini tanaman tebu, sengon dan pisang masih tertanam di lahan tersebut.

“Masalah ini terjadi karena adanya aktivitas usaha PT. Ranu Lading  diluar ketentuan yang ada.  Indikasinya PT. Ranu Lading telah melakukan sebuah penyimpangan, jadi memang harus dilakukan pembenahan,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan masyarakat Desa Sumberweringin Paito mengungkapkan, pihaknya telah berupaya melakukan tuntutan kepada PT. Ranu Lading sejak tahun 2014 lalu. Dan, saat ini melalui mediasi yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah, maka permasalahan ini dapat terselesaikan.

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan, bahwa pihaknya menginginkan agar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1996 Tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai Atas Tanah dapat diterapkan sebagai dasar dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Dalam peraturan tersebut, diungkapkan Paito, menyebutkan bahwa apabila terdapat pelanggaran, maka harus diselesaikan. Dan, sesuai dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pengaturan dan Tata Cara Penetapan Hak Guna Usaha, juga menyebutkan bahwa Hak Guna Usaha harus digunakan, dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuannya, serta tidak boleh dipergunakan diluar ketentuan.

"Kami mengharapkan agar tanah ini dikembalikan kepada Negara, sehingga tanah itu bisa kembali menjadi tanah sosial yang diperuntukkan untuk rakyat," ungkapnya.

Dalam mediasi penyelesaian masalah ini telah dihasilkan sebuah kesepakatan antara PT. Ranu Lading dan masyarakat. Adapun kesepakatan tersebut adalah, PT. Ranu Lading berkomitmen untuk mengembalikan tanaman perkebunan sesuai dengan ijin HGU, yakni kembali menanam tanaman cengkeh dan kopi.

PT. Ranu Lading juga akan segera membersihkan tanaman selain cengkeh dan kopi dengan batas waktu hingga 24 Februari 2019 nanti. Dan, apabila PT. Ranu Lading tidak melaksanakan komitmen ini, maka Pemkab Lumajang akan membuat surat rekomendasi pencabutan HGU PT. Ranu Lading. (Bag. Humas & Protokol, Kominfo-lmj)

02 Mei 2020   |   Dilihat 688 kali   |   Baca
WARGA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 DI LUMAJANG MENJADI 23 ......................................................................................................
18 Mei 2020   |   Dilihat 382 kali   |   Baca
BUPATI MENGKLARIFIKASI DAN EVALUASI TERKAIT RAMAINYA PEMBELI DI PERTOKOAN SAAT MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI ......................................................................................................
09 Mei 2020   |   Dilihat 373 kali   |   Baca
29.008 KK DI LUMAJANG BAKAL TERIMA BANSOS TUNAI KEMENSOS RI ......................................................................................................
12 Mei 2020   |   Dilihat 362 kali   |   Baca
PANDEMI COVID-19, KABUPATEN LUMAJANG DAPAT TAMBAHAN PERLUASAN PROGRAM SEMBAKO 32.139 KPM ......................................................................................................
09 Mei 2020   |   Dilihat 335 kali   |   Baca
SATU PASIEN POSITIF CORONA DAN TIGA PASIEN POSITIF CORONA DINYATAKAN SEMBUH ......................................................................................................