2019-08-08   |   Dilihat 251 kali
MASYARAKAT DIMINTA MULAI BUDAYAKAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DI RUANG PUBLIK
Foto : Dok. Kominfo-lmj

Guna meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara serta pemartabatan Bahasa Indonesia di ruang publik, Balai Bahasa Jawa Timur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggelar Sosialisasi Penggunaan Bahasa Media Luar Ruang di Gedung Narawita Agung, Lumajang, Kamis (08/08/2019).

Asisten Administrasi Setda Kabupaten Lumajang, Nugroho Dwi Atmoko menyampaikan bahwa saat ini banyak masyarakat yang menggunakan Bahasa Indonesia tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Ia mengingkan agar penggunaan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar harus dimulai dari internal Pemkab. Lumajang.

"Dalam rangka sebagai alat pengatur kedepannya ini sangat positif, nanti kita akan ajukan sebagai Peraturan Kepala Daerah terkait tata cara penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, paling tidak di jajaran Pemkab. Lumajang dan jajaran samping," jelas Nugroho.

Nugroho berharap, bahwa permasalahan penggunaan Bahasa Indonesia di media luar ruang saat ini harus benar-benar ditertibkan agar masyarakat lebih memahami dan mengerti Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sementara itu,Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Drs. Mustakim, M.Hum mengungkapkan bahwa salah satu tugas utama dari Balai Bahasa Jawa Timur yakni pengembangan pembinaan dan perlindungan serta menjunjung Bahasa Indonesia di masyarakat yang saat ini mulai tergerus oleh era modernisasi. Oleh karena itu, pihaknya ingin mengajak Pemerintah Daerah dan semua masyarakat untuk mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik yang baik dan benar.

"Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh masyarakat Lumajang khususnya, supaya mencintai Bahasa Indonesia, yang merupakan bahasa persatuan kita dan bahasa negara kita," ujarnya.

Saat ini Bahasa Indonesia mulai terpengaruhi oleh bahasa asing. Mustakim menjelaskan bahwa banyak pengusaha yang menggunakan bahasa asing di tempat usahanya. Ia mencontohkan seperti nama perumahan, kalau perumahannya besar namanya pakai Bahasa Inggris sedangkan yang kecil nama perumahannya memakai Bahasa Indonesia.

Ia menegaskan, sebagai bentuk sebuah identitas sebaiknya penamaan tempat usaha memakai Bahasa Indonesia yakni bisa diperkuat dalam bentuk regulasi berupa persyaratan pemakaian Bahasa Indonesia ketika pengusaha mengajukan perizinan ke Pemerintah Daerah.

"Dengan melaksanakan hal seperti itu, artinya pemerintah Kabupaten Lumajang itu juga melaksanakan amanah dari Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku," ungkapnya.

Mustakim berharap, agar masyarakat lebih mengutamakan Bahasa Indonesia dalam Ruang Publik namun masyarakat juga harus menguasai bahasa asing, karena untuk bisa bersaing di tingkat global. (Kominfo-lmj)

07 Desember 2019   |   Dilihat 254 kali   |   Baca
PEMKAB ADAKAN SAYEMBARA DESAIN LOGO ‘LUMAJANG EKSOTIK’ BERHADIAH TOTAL 20 JUTA RUPIAH ......................................................................................................
07 Desember 2019   |   Dilihat 120 kali   |   Baca
KABUPATEN LUMAJANG RAIH PENGHARGAAN ATAS KOMITMEN PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA ......................................................................................................
01 Desember 2019   |   Dilihat 97 kali   |   Baca
BUPATI LUMAJANG HARAPKAN SEMERU FC DAN PSIL LOLOS KE LIGA 3 NASIONAL 2019 ......................................................................................................
06 Desember 2019   |   Dilihat 95 kali   |   Baca
JELANG PILKADES, MASYARAKAT DIIMBAU TETAP JAGA KEAMANAN LINGKUNGAN ......................................................................................................
06 Desember 2019   |   Dilihat 87 kali   |   Baca
INOVASI INCAR DIHARAPKAN MAMPU TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI LUMAJANG ......................................................................................................