2019-08-13   |   Dilihat 97 kali
PISANG AGUNG LUMAJANG BAKAL DIEKSPOR KE MALAYSIA SETIAP MINGGU
Foto : Dok. Kominfo-lmj

Di tahun 2019 ini, Kabupaten Lumajang menjadi salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang mendukung pasokan yang cukup besar dalam kegiatan ekspor hasil produksi pertanian dan perkebunan, khususnya untuk komoditas pisang jenis tanduk atau agung ke negeri Jiran Malaysia.

“Senin (5/8/2019) lalu, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Karantina Pertanian Jawa Timur bekerja sama dengan pihak eksportir (CV Bintang Perkasa, red) telah mengekspor sekitar 18 ton pisang tanduk atau agung dan 9,8 ton pisang kepok di kawasan Puspa Agro Sidoarjo ke Malaysia,” ujar Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Lumajang Donny Ananto saat dimintai keterangan di kantornya, Selasa (13/8/2019).

Donny juga menyampaikan, bahwa buah pisang lokal Indonesia memang sangat diminati di negara lain seperti Jepang, Singapore termasuk negara Malaysia untuk dikonsumsi maupun industri.

"Sebenarnya, permintaan pisang dari Malaysia cukup tinggi yaitu minimal 2 kontainer atau 36 ton per minggu, atau sekitar 144 ton per bulan. Untuk saat ini, Indonesia masih belum mampu untuk menyediakan pisang sesuai dengan keinginan negara tujuan, namun pasokan pisang yang bisa dipenuhi hanya bisa memenuhi kurang dari 1 kontainer per bulannya,” katanya.

Selain itu, disampaikan Donny, bahwa konsumen Malaysia membutuhkan buah pisang dengan dalam volume besar dan tingkat kematangannya sekitar 80%. Selain pisang tanduk, Malaysia juga membutuhkan pisang kepok yang sementara ini harus didatangkan dari luar Jawa Timur, sedangkan untuk pisang tanduk atau agung dipasok dari Kabupaten Lumajang dan Tulungagung.

"Ekspor pisang ini merupakan yang kedua kalinya dalam tahun 2019. Sebelumnya telah dilakukan pada 28 Juli 2019 lalu sekitar 26 ton pisang tanduk atau agung,” ujarnya.

Disamping itu, Donny juga mengungkapkan, bahwa untuk mendukung kegiatan ekspor buah pisang agung yang merupakan komoditas buah unggulan Kabupaten Lumajang tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang telah gencar melakukan aksi gerakan tanam pisang agung bersama petani pisang.

“Sejak bulan November 2018 lalu, kami melakukan aksi gerakan tanam pisang agung. Harapnnya, ke depan petani pisang yang ada di wilayah Kecamatan Senduro, Pasrujambe, Gucialit dan Candipuro, dan Pronojiwo bisa mengikutinya untuk mengembangkan komoditas pisang agung di Lumajang,” ungkapnya.

Donny berharap agar petani pisang di Lumajang bisa bersama-sama untuk mengembangkan komoditas pisang agung, sehingga nantinya Lumajang dapat memenuhi pasokan komoditas pisang yang dibutukan oleh Eksportir.

“Dalam waktu dekat, kami akan menindaklanjuti dengan mengadakan pertemuan antara Pemda (Pemerintah Daerah, red) dengan eksportir untuk lebih meningkatkan kerja samanya agar bisa meningkatkan kesejahteraan petani pisang di Lumajang,” pungkasnya. (Kominfo-lmj)

20 Agustus 2019   |   Dilihat 220 kali   |   Baca
LESTARIKAN KEMBALI PERMAINAN TRADISONAL MELALUI LOMBA ORTRAD ......................................................................................................
08 Agustus 2019   |   Dilihat 198 kali   |   Baca
MASYARAKAT DIMINTA MULAI BUDAYAKAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DI RUANG PUBLIK ......................................................................................................
14 Agustus 2019   |   Dilihat 172 kali   |   Baca
PEMKAB LUMAJANG SALURKAN AIR BERSIH 120.000 LITER/HARI ......................................................................................................
21 Agustus 2019   |   Dilihat 171 kali   |   Baca
PESERTA PBI JKN NONAKTIF DI LUMAJANG MASIH BISA DAPATKAN LAYANAN KESEHATAN GRATIS ......................................................................................................
11 Agustus 2019   |   Dilihat 169 kali   |   Baca
IDUL ADHA 1440 H, MOMENTUM TINGKATKAN SOLIDARITAS SOSIAL ......................................................................................................