2019-08-20   |   Dilihat 251 kali
LESTARIKAN KEMBALI PERMAINAN TRADISONAL MELALUI LOMBA ORTRAD
Foto : Dok. Bag. Humas & Protokol-lmj

Untuk menarik kembali minat masyarakat terhadap olahraga tradisional yang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat seiring dengan perkembangan zaman, Pemerintah Kabupaten Lumajang mengadakan Lomba Olahraga Tradisional (Ortrad) di Halaman Kantor Bupati Lumajang, Selasa (20/08/2019).

“Olahraga tradisional ini dalam rangka untuk melestarikan permainan – permanan tradisional yang mulai hilang, sekarang ini anak lebih suka main gadget,” ujar Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah).

Bunda Indah nampak senang menyaksikan perlombaan olahraga tradisional ini. Karena menurutnya olahraga tradisional bukan hanya olahraga dalam bentuk fisik namun turut memberikan pesan moral akan keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Selain itu, olahraga tradisional juga mengajarkan nilai kebersamaan antar atlet yang bertanding.

“Sebenarnya olahraga tradisional ini menciptakan sebuah pembelajaran tentang rasa persatuan, rasa kebersamaan dan gotong royong, semua olahraga tradisional maknanya seperti itu, seperti saya lihat lomba gobak sodor itu kalau tidak ada kebersamaan tidak akan menang,”ujarnya.

Sementara itu, Kasi Olahraga Tradisional dan Rekreasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lumajang, Galih Permadi menjelaskan bahwa pada Perlombaan Olahraga Tradisional ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini ada lima Olahraga Tradisional unggulan yang diperlombakan.

“Ada gobak sodor, dagongan atau bambu yang didorong, ketiga terompah panjang, yang keempat egrang dan sumpitan,” jelasnya.

Galih Permadi menjelaskan bahwa tahun ini ada tambahan olahraga tradisional sumpitan. Sumpitan atau menyumpit pada zaman dahulu dipakai oleh suku-suku tertentu seperti di Kalimantan, sebagai senjata, baik untuk berburu atau mempertahankan diri. Dalam olaharaga ini peserta harus meniup anak sumpit ke sasaran. Untuk laki -laki diberi jarak 15 meter dan perempuan 10 meter.

“Sumpitan ini baru dilaksanakan di Lumajang, kalau masyarakat Lumajang menyebutnya seperti ‘tolop’ istilahnya zaman dahulu digunakan sebagai senjata namun saat ini kita memakai target seperti panahan,” jelasnya.

Galih Permadi mengungkapkan bahwa tahun depan olahraga tradisional akan lebih dikenalkan lebih luas dengan mengadakan Perlombaan Olahraga Tradisional untuk Umum dan Pelajar. (Kominfo-lmj)

05 September 2019   |   Dilihat 237 kali   |   Baca
PROGRAM KOTAKU, MEMBANGUN NEGERI DARI LORONG SEMPIT ......................................................................................................
04 September 2019   |   Dilihat 94 kali   |   Baca
ANAK LUMAJANG, BERANI JUJUR ITU HEBAT ......................................................................................................
03 September 2019   |   Dilihat 93 kali   |   Baca
KEMAJUAN DAN KEKUATAN PEREKONOMIAN INDONESIA HARUS DITOPANG DENGAN PERILAKU ANTI KORUPSI ......................................................................................................
01 September 2019   |   Dilihat 82 kali   |   Baca
PJ. SEKDA KAGUM DENGAN KEMERIAHAN PERINGATAN TAHUN BARU ISLAM DI KLANTING ......................................................................................................
02 September 2019   |   Dilihat 78 kali   |   Baca
LUMAJANG MENJADI TITIK KE 20 ROADSHOW BUS KPK 2019 ......................................................................................................