2019-03-27   |   Dilihat 98 kali
HIJAU BUMIKU, JERNIH AIRKU
Foto : Dok. Kominfo-lmj

Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke- 35, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Lumajang mengadakan Aksi Peduli Lingkungan dengan Tema "Hijau Bumiku, Jernih Airku", bertempat di area wisata Air Terjun Trap Sewu, Kecamatan Padang, Rabu (27/03/2019). 

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq) menyampaikan bahwa di Lumajang ada banyak sumber mata air yang mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Lumajang. Oleh karena itu, ia meminta DLH agar berinisiatif terus melestarikan lingkungan tetap terjaga agar jumlah debit air terjaga terlebih dapat bertambah. 

Cak Thoriq mengapresiasi program aksi peduli lingkungan ini karena ditujukan untuk pelestarian mata air agar bisa dinikmati warga selama-lamanya. Selain itu, karena program aksi peduli lingkungan, Kab. Lumajang mendapatkan banyak keuntungan ekonomi yang luar biasa. Banyak potensi tanaman di Lumajang yang sering disebut dengan tanaman produktif, misalnya sengon dan tanaman lainnya yang menjaga debit air. 

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mengupayakan agar desa terus berinovasi memajukan desa dan bisa menambah perekonomian masyarakat sekitar. "Bagi kami mendorong desa untuk berinovasi itu tidak mudah. Butuh keberanian dan anggaran yang menyisihkan anggaran prioritas pembangunan desa", pungkasnya. 

Lebih lanjut, Cak Thoriq berharap agar wisata air terjun Trap Sewu dengan segala fasilitas yang mumpuni bisa menambah pendapatan perekonomian. "Kalau bisa, seluruh warga Lumajang, bahkan guru-guru yang mengajak muridnya wisata ke air terjun Trap Sewu  atau wisatanya cukup di Lumajang saja", tuturnya. 

Disisi lain, Cak Thoriq mengaku bahwa Desa Bodang sangat profesional dimana pertanian disini bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. 

Pada kesempatan itu pula, Cak Thoriq juga meresmikan Objek Wisata Air Terjun Trap Sewu. Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan alat biopori, bibit-bibit pohon, dan sertifikat prona. Di samping itu, masyarakat yang hadir berkesempatan menyampaikan aspirasinya saat berdialog dengan Bupati Lumajang. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Lumajang, Yos Sudarso melaporkan bahwa ketersediaan kualitas air di Lumajang mencapai indeks senilai 56,4. Nilai tersebut lebih tinggi dari indeks kualitas air di Provinsi Jawa Timur. "Namun, kategori tersebut masih belum bisa dikatakan baik, sehingga perlu ditingkatkan menjadi 65,4", ujarnya. 

Ia menyampaikan, di Lumajang terdapat 411 sumber namun 163 diantaranya dalam kondisi mati dan menyusut  "Perlu diprioritaskan pelestarian terhadap sumber-sumber mata air di 163 titik" tegasnya. Di tahun 2019, DLH akan menargetkan penghijauan setidaknya 7 sumber mata air yang sudah menyusut bahkan mati. (Kominfo-lmj)

07 Desember 2019   |   Dilihat 254 kali   |   Baca
PEMKAB ADAKAN SAYEMBARA DESAIN LOGO ‘LUMAJANG EKSOTIK’ BERHADIAH TOTAL 20 JUTA RUPIAH ......................................................................................................
07 Desember 2019   |   Dilihat 120 kali   |   Baca
KABUPATEN LUMAJANG RAIH PENGHARGAAN ATAS KOMITMEN PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA ......................................................................................................
01 Desember 2019   |   Dilihat 98 kali   |   Baca
BUPATI LUMAJANG HARAPKAN SEMERU FC DAN PSIL LOLOS KE LIGA 3 NASIONAL 2019 ......................................................................................................
06 Desember 2019   |   Dilihat 95 kali   |   Baca
JELANG PILKADES, MASYARAKAT DIIMBAU TETAP JAGA KEAMANAN LINGKUNGAN ......................................................................................................
06 Desember 2019   |   Dilihat 87 kali   |   Baca
INOVASI INCAR DIHARAPKAN MAMPU TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI LUMAJANG ......................................................................................................