Begini Cara Mendapat Layanan Jemput Bola Khusus Perekaman e-KTP di Lumajang
26 Agustus 2020 | Dilihat 234 kali | Penulis Anam . Redaktur Anam
Foto : Dok. Kominfo-lmj

Pelayanan pengurusan KTP Elektronik (e-KTP) Jemput Bola Khusus bagi masyarakat Kabupaten Lumajang yang telah lanjut usia (lansia), serta menderita penyakit kronis maupun orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan sudah menginjak usia 17 tahun keatas, merupakan bagian dari agenda pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat.

“Untuk perekaman di desa yang turun ke rumah warga maupun ke fasilitas kesehatan ini, sifatnya kalau ada permohonan dari pihak pemerintah desa atau keluarga. Dan, selanjutnya Dispendukcapil akan menindaklanjutinya dengan melakukan perekaman. Intinya, kami mempermudah warga,” kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatanan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Lumajang Rochmat Wachid saat dimintai keterangan melalui telepon selulernya, Rabu (26/8/2020).

Wachid juga mengatakan, bahwa nantinya pihak pemerintah desa dapat mengajukan pelayanan perekaman e-KTP Jemput Bola Khusus, dengan memperhatikan beberapa syarat, diantaranya adalah benar-benar warga Lumajang dan usianya sudah 17 tahun keatas, serta melampirkan fotocopy Kartu Keluarga (KK).

“Jadi, nanti kami (Tim Reaksi Cepat Pelayanan, red) akan melakukan pelayanan jemput bola khusus desa dan ke rumah warga. Tetapi, sebelum datang ke rumah warga, kami akan meminta datanya terlebih dahulu untuk dilakukan validasi datanya,” ujar dia.

Menurut dia, pengecekan ulang data perlu dilakukan, karena merujuk pengalaman tahun 2019 lalu, ketika akan direkam, ternyata masih ada Kartu Keluarga terbitan lama, yakni masih diteken oleh Camat, bukan oleh Kepala Dispendukcapil Kabupaten Lumajang, dan itu yang akan menjadi kendala perekaman e-KTP.

“Jadi, nanti kami pastikan dulu apakah data yang masuk ready untuk direkam, dan benar-benar warga Kabupaten Lumajang,” terang dia.

Wachid menambahkan, bahwa untuk e-KTP yang telah tercetak, nantinya akan serahkan kepada pihak pemerintah desa terlebih dahulu, untuk kemudian bagikan kepada masyarakat yang telah melaksanakan perekaman. (Kominfo-lmj/An-m)