Udek Jenang, Awali Peringatan Hari Raya Karo Suku Tengger Ranupani
05 September 2020 | Dilihat 328 kali | Penulis Fadly . Redaktur Fadly
Foto : Dok. Kominfo-Lmj

Menjelang peringatan Hari Raya Karo, masyarakat tengger khususnya di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro telah melakukan serangkaian persiapan. Salah satunya kegiatan Udek Jenang.

Udek Jenang atau membuat jenang bersama merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan masyarakat tengger secara gotong royong setiap menjelang Hari Raya Karo. Jenang tersebut nantinya digunakan masyarakat untuk menjamu tamu yang berkunjung kerumah-rumah untuk silaturahim.

Meskipun sempat hilang, budaya Udek Jenang kini kembali dilakukan dan diinisiasi oleh Kepala Desa Ranupani, Untung Raharjo, sebagai upaya melestarikan budaya lelehur dan meningkatkan gotong royong warga. Dipusatkan di kediaman Kepala Desa Ranupani, Udek Jenang dimulai pada pukul 07.00 WIB, Jum'at (4/9/2020).

Selama kurang lebih 8 jam, masyarakat secara bersama bergantian mengaduk adonan jenang pada loyang besar. Para pemuda dan bapak-bapak memiliki tugas mengaduk jenang, sementara ibu-ibu menyiapkan makanan.

Menurut Kepala Desa Ranupani, Untung Raharjo kegiatan Udek Jenang sudah dilakukan sejak jaman dulu untuk menyambut Hari Raya Karo. Udek Jenang memiliki makna kebersamaan gotong royong, sehingga semua persiapan yang dilakukan termasuk mengumpulkan bahan juga hasil swadaya masyarakat.

"Ini kami hidupkan kembali budaya gotong royong udek jenang, untuk melestarikan budaya para leluhur, semua bahan ya dari kayu bakar, beras, gula merah, kelapa semua dari masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya, Untung berharap para pemuda generasi penerus masyarakat tengger tetap bisa melaksanakan semua rangkaian kegiatan Hari Raya Karo sesuai dengan budaya yang telah diwariskan pada leluhur terdahulu.

Disisi lain, Romo Dukun Desa Ranupani, Bambang Sutejo menanjelaskan Jenang merupakan salah satu hidangan acara andon mangan, yaitu acara silaturahmi dari rumah kerumah antar warga. Menurut Romo Dukun, dalam setiap acara selamatan, Jenang pasti dibuat sebelum pelaksanaan acara. Hal itu menunjukan kerukunan dan kebersamaan yang diwariskan oleh orang tua zaman dulu. (Komimfo-Lmj/Fd)