Budidaya Tanaman Sayur untuk Penuhi Ketersediaan Pangan Masyarakat
05 September 2020 | Dilihat 106 kali | Penulis Ardi . Redaktur Anam
Foto : Dok. Kominfo-lmj

Potensi pembudidayaan tanaman sayuran di Desa Gucialit, tepatnya area PTPN XXI Kabupaten Lumajang, diharapkan dapat terus ditingkatkan guna mendukung pemenuhan ketersediaan pangan masyarakat.

"Jadi program Cekatan Tandur Ning Latar atau Cetar di Desa Gucialit ini, masyarakatnya sudah berupaya mandiri dalam membudidayakan pekarangannya dengan menanam segala macam sayur-sayuran," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang, Hertutik setelah meninjau lokasi kegiatan, di area PTPN Desa Gucialit, Kamis (3/9/2020).

Hertutik juga mengatakan, bahwa pihaknya juga akan mendukung warga setempat dengan melakukan pembinaan serta sarana maupun prasarana lain yang bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan pangan.

"Nanti kami akan melakukan pembinaan terkait pembibitan serta bagaimana mereka memanfaatkan sayur yang ada menjadi olahan pangan," jelasnya.

Selain budidaya sayuran, warga setempat juga menanam berbagai varian bunga yang dibudidayakan sebagai nilai tambah untuk meningkat perekonomian.

"Jadi masyarakat luar yang berkunjung kesini, selain bisa berbelanja sayur, mereka juga bisa berbelanja bunga," terangnya.

Sementara itu, Camat Gucialit, Iskandar menyampaikan, bahwa pihaknya telah mendukung program Cetar yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan.

Menurutnya, program tersebut dinilai telah membantu mencukupi ketersediaan pangan masyarakat, utamanya di masa pandemi Covid-19.

"Kami sangat mendukung, kebetulan desa Gucialit memang mulai dulu sudah jadi kebiasaan menanam bunga dan sayur-sayuran utamanya dalam lingkungan PTPN XII," ujarnya.

Ia juga mengeklaim, hampir semua keluarga di perumahan PTP XXI sudah menanam tanaman sayuran sudah sejak lama, seperti hal nya sayur-sayuran serta bagian tanaman yang kaya akan senyawa yang dikandungnya.

Itu sebabnya, Iskandar berharap, kedepan program Cetar tidak hanya dimanfaatkan sebagai penunjang kebutuhan sehari- hari, cetar juga diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai Pawon Urip.

"Jadi kami di Kecematan Gucialit sudah menggerakkan Pawon Urip, hampir di semua desa," pungkasnya. (Kominfo-lmj/Ard)