Wabup Lumajang Ikuti Entry Meeting BPK Secara Virtual
09 September 2020 | Dilihat 108 kali | Penulis Andika . Redaktur
Foto : Dok. Kominfo-lmj

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, serta beberapa OPD terkait mengikuti entry meeting pemeriksaan pendahuluan penanggulangan atas Covid -19 tahun anggaran 2020 pada wilayah Provinsi Jawa Timur melalui virtual, di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Rabu (9/9/2020).

Melalui video conference tersebut, Wakil Bupati Lumajang menyimak dengan seksama paparan dan arahan dari Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Joko Agus Setyono.

Dalam arahannya, Joko Agus Setyono menjelaskan, latar belakang atau alasan pemeriksan yang dilakukan BPK Provinsi dalam hal penanggulangan Covid-19 yakni besarnya anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta sumbangan pihak ketiga dalam rangka penanganan bencana Covid-19. Bencana terjadi secara masif hampir di seluruh Indonesia dan telah menimbulkan korban jiwa, serta berdampak secara ekonomi dan sosial, antara lain meningkatnya pengangguran akibat PHK dan kemiskinan.

"Pemerintah RI juga telah menetapkan bencana Covid-19 sebagai bencana nasional sesuai dengan Keppres nomor 12 tahun 2020 tanggal 13 April 2020. Alasan khusus untuk pemeriksaan kinerja bidang kesehatan, antara lain lambatnya proses pembayaran klaim dan insentif nakes, belum semua Lab Jejaring memenuhi standar, penetapan RS rujukan oleh daerah sesuai standar, target test masal tidak memenuhi kebutuhan, serta jumlah dokter atau nakes tidak memadai," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono menjelaskan, ditengah pandemi Covid-19 Pemprov Jawa Timur terus berupaya dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi, seiring dengan upaya mengendalikan penyebaran Covid-19. Disisi lain, upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tercermin pada peningkatan penyerapan anggaran yang telah digenjot oleh Pemprov Jawa Timur ada pada triwulan ke tiga tahun ini yang angka penyerapan anggaran mencapai 75 persen.

"Kami tekankan kepada seluruh instansi yang mengelola dana kegiatan penanganan Covid-19 untuk secara terus-menerus berbenah diri dalam rangka mewujudkan kinerja yang lebih baik. Kami berharap kerja keras bersama dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dan penanganan pandemi Covid-19 dapat berjalan dengan baik dan menjadi amal ibadah buat kita semua," ujarnya.

Sampai saat ini masyarakat masih melakukan adaptasi kebiasaan baru dalam menanggapi pandemi Covid-19. Untuk itu, Heru Tjahjono berharap agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti disiplin menggunakan masker dan selalu menjaga jarak menjadi rutinitas yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Kominfo-lmj/Ad)