Lonjakan Kasus Covid-19 di Lumajang, Dinilai Tak Pengaruhi Pelaksanaan Guru Sambang
17 September 2020 | Dilihat 134 kali | Penulis Ardi . Redaktur Anam
Foto : Dok. Kominfo-lmj

Adanya lonjakan penambahan kasus bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dinilai tidak mempengaruhi pelaksanaan kegiatan Guru Sambang.

Sebab, program yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan tersebut, dinyatakan menjadi salah satu solusi yang paling efektif dalam memberikan akses pembelajaran bagi siswa selama masa pandemi Covid-19.

"Jadi ini tergantung bagaimana kita mengemas kegiatan program Guru Sambang ini, sejauh mana kepatuhan penerapan protokol kesehatannya. Selama patuh dan disiplin, Insyallah tidak ada pengaruhnya," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Agus Salim saat dimintai keterangan di kantornya, Kamis (17/9/2020).

Agus juga mengatakan, bahwa beberapa program maupun inovasi di bidang pendidikan yang telah barjalan hingga saat ini, masing-masing mempunyai kelemahan, seperti hal nya metode pembelajaran secara daring atau berbasis online, termasuk juga Guru Sambang.

Itu sebabnya, pemerintah daerah telah mengambil langkah tegas dengan meluncurkan Inovasi Guru Sambang, sebagai upaya maupun solusi dalam menyikapi proses pembelajaran selama masa pandemi Covid-19.

"Kami mendapatkan apresiasi dari masyarakat, baik wali murid, siswa serta guru. Saya mendengar langsung bahwa itu baik, dan Guru Sambang ini menjadi salah satu solusi yang terbaik saat ini," ujar dia.

Agus Salim juga mengimbau, agar pelaksanaan Guru Sambang tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebab, hal tersebut dilakukan untuk kepentingan bersama, baik pemerintah, guru serta masyarakat.

"Kita telah menyampaikan, baik melalui surat edaran maupun media sosial, semua pemangku pendidikan, agar tertib menjalankan protokol kesehatan. Ini penting agar pembelajaran berjalan dengan baik," pungkasnya. (Kominfo-lmj/Ard/An-m)