WRS dan EWS Jadi Antisipasi Potensi Tsunami di Lumajang
07 Oktober 2020 | Dilihat 244 kali | Penulis Anam . Redaktur Anam
Foto : Dok. BPBD-lmj

Di Kabupaten Lumajang kini telah memiliki alat peringatan dini gempa dan tsunami berupa Warning Receiver System (WRS) yang ditempatkan di Kantor BPBD Lumajang.

“Selain memiliki alat peringatan dini gempa dan tsunami, kami juga telah memasang EWS (Early Warning System, red) berupa alat sirene otomatis dan manual yang ditempatkan di sejumlah kantor-kantor desa yang rawan bencana tsunami,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo di kantornya, Rabu (7/10/2020).

Wawan juga mengatakan, bahwa dengan telah dimilikinya WRS dan dipasangnya EWS di sejumlah desa yang rawan bencana tsunami, maka saat terjadi gempa di atas 6 Magnitudo yang berpotensi tsunami akan dapat dipantau.

Lanjut dia, kemudian nantinya BPBD Lumajang akan meminta perangkat desa untuk membunyikan EWS yang sudah terpasang di sejumlah desa yang rawan bencana tsunami, dan masyarakat akan berkumpul di tempat yang lebih aman.

"Kini, BPBD Lumajang sudah memiliki alat peringatan dini dan tsunami berupa WRS, serta sejumlah EWS yang sudah terpasang di beberapa titik, sehingga ketika terjadi gempa yang berpotensi tsunami dari pantauan alat WRS, dan kita akan meminta untuk membunyikan EWS," ujar dia.

Selain itu, dikatakan Wawan, bahwa pihaknya juga aktif melakukan kegiatan sosialisasi di daerah yang rawan bencana tsunami untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, mulai dari sosialisasi gejala tsunami dan apa yang bisa dilakukan saat bencana ini datang.

"Kami bersama jajaran yang ada juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di daerah yang rawan bencana tsunami, agar masyarakat paham terhadap gejala tsunami sehingga bisa mengevakuasi dirinya sendiri dan keluarganya," terang dia.

Ia menambahkan, bahwa di Kabupaten Lumajang tercatat ada sembilan desa yang patut untuk mewaspadai bencana tsunami, yakni di Desa Wotgalih, Jatimulyo, Bades, Selok Awar-awar, Bulurejo, Tegalrejo, Darungan, Pandanwangi, dan Pandan Arum.

“Laut yang berada di selatan Kabupaten Lumajang memang terdapat sebuah bentangan sepanjangan 70 kilometer, yakni mulai dari laut di Kecamatan Yosowilangun hingga Tempursari yang memiliki potensi tsunami,” imbuhnya. (Kominfo-lmj/An-m)

Portal Berita Lumajang V.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan