Sampah Pemicu Penyakit, Wabup Lumajang Ajak Masyarakat Ubah Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan
26 Oktober 2020 | Dilihat 106 kali | Penulis Anam . Redaktur Fadly
Foto : Dok. Kominfo-Lmj

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) mengajak masyarakat untuk dapat mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan, karena sampah dapat menjadi pemicu timbulnya penyakit.

“Mari kita ubah mental untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena pengelolaan sampah yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak negatif yang merugikan kita semua, salah satunya menjadi sumber penyakit,” kata dia dalam acara Penerimaan Penghargaan Proklim Tahun 2020 secara daring, bertempat di Balai RW 005 Kelurahan Ditotrunan, Jumat (23/10/2020).

Bunda Indah juga mengatakan, bahwa dampak dari pengelolaan sampah yang tidak bijak, kemungkinan dalam jangka waktu dekat tidak akan terasa dampaknya, tetapi efek buruknya ke depan akan banyak sekali munculnya penyakit-penyakit.

“Mungkin satu bulan, tiga bulan, hingga satu tahun atau dua tahun dampak buruknya tidak akan terasa, tetapi dalam jangka waktu yang panjang akan mulai terasa, karena sampah yang dibuang dengan sembarangan akan dapat menjadikan udara yang kita hirup tidak bersih, banyak bakteri di sekitar kita,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini sudah saatnya pola hidup bersih dan sehat harus diubah, yakni dengan mengelola sampah-sampah produksi rumah tangga maupun industri secara bijak.

Oleh karena itu, dirinya juga berharap agar RW 005 Ditotrunan yang memperoleh penghargaan Proklim Utama Trofi Tahun 2020 dapat dijadikan sebagai contoh, dalam melakukan upaya revolusi mental untuk merubah perilaku masyarakat, utamanya tidak membuang sampah sembarangan dan mengelola sampah secara bijak.

“Tadi saya bersama Pramuka Lumajang telah menanam pohon untuk mnghijaukan lokasi Buper (Bumi Perkemahan, red) Glagaharum yang lahannya seluas 10,4 hektare. Saya juga berpesan, agar jangan membuang sampah sembarang, dan ini harus selalu disosialisasikan, karena satu sampah dampaknya sangat besar, ada bakteri yang di bawah udara, dihirup orang lain, dan yang menghirup itu banyak orang,” pungkasnya. (MC Kab. Lumajang/An-m)

Portal Berita Lumajang V.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan