Semeru Keluarkan Lava Pijar, Pendaki Diimbau Tak Paksakan Pendakian
01 Desember 2020 | Dilihat 206 kali | Penulis Anam . Redaktur Anam
Foto : Dok. Kominfo-lmj

Pendaki diminta untuk tidak memaksakan diri melakukan pendakian ke Gunung Semeru ataupun ke Ranu Kumbolo, karena mulai hari ini Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah menutup total jalur pendakian sampai dengan batas waktu dinyatakan aman.

"Jadi terhitung hari ini, jalur pendakian Gunung Semeru sudah ditutup total sampai batas waktu dinyatakan aman, dan bagi teman-teman pendaki, jangan coba-coba memaksakan diri melakukan pendakian, karena Gunung Semeru telah mengeluarkan guguran lava pijar dari Kawah Jonggring Saloko,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo di kantornya, Senin (30/11/2020).

Wawan juga mengatakan, bahwa Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS) telah mengeluarkan Surat Pengumunan Nomor : PG.10/T.B/BIDTEK.1/KSA/11/2020 tentang Penutupan Sementara Kegiatan Pendakian Gunung Semeru.

Lanjut dia, kebijakan tersebut berdasarkan laporan yang disampaikan Pos Gunung Api (PGA) di Gunung Sawur Kabupaten Lumajang per 28 November 2020 lalu, terdapat letusan dan guguran lava pijar.

“Jadi berdasarkan hal itu, kami mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jonggring Saloko, serta mengutamakan kepentingan keselamatan jiwa pendaki, maka Balai Besar TN-BTS menutup sementara kegiatan pendakian Gunung Semeru secara total sejak tanggal 30 November 2020 sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ujar dia.

Wawan juga meminta, agar masyarakat atau rekan-rekan yang berkeinginan untuk mendaki, sebaiknya ditunda dulu hingga situasinya kondusif, karena dikhawatirkan akan masih berpotensi adanya luncuran lava pijar kembali di Kawah Jonggring Saloko. (Kominfo-lmj/An-m)

Portal Berita Lumajang V.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan