Nikmatnya Rujak Bengi Khas Lumajang
26 Desember 2020 | Dilihat 121 kali | Penulis Yongky . Redaktur Yongky
Foto : Dok. Kominfo-lmj

Rujak menjadi salah satu makanan yang nikmat disantap saat siang hari. Berbeda halnya bagi masyarakat Lumajang, rujak justru menjadi pilihan makanan dari sekian menu makan malam seperti sate, nasi goreng ataupun lalapan.

Hal ini terlihat dari deretan penjual 'rujak bengi' yang selalu nampak ramai pembeli di seputaran Jl. PB. Sudirman dan Jl. Kyai Ghozali Lumajang.

Munariyah, salah satu penjual rujak sayur petis abang/merah di depan Pasar Baru Lumajang mengungkapkan bahwa usahanya tersebut diwariskan dari neneknya sejak tahun 1950an. Ia bersama penjual rujak lainnya biasanya sudah mulai menggelar lapak dagangannya mulai jam 5 sore.

"Memang lakunya malam, dari dulu jualannya juga malam," ungkapnya.

Yang unik dari rujak bengi khas Lumajang ini adalah penggunaan bahan dasarnya yakni petis abang atau petis merah. Tak hanya itu, lontongnya pun dibuat lebih besar dari ukuran lontong pada umumnya.

"Dari dulu memang menggunakan petis merah, kalau petis hitam kurang cocok kalau dibuat ngrujak malam-malam," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang, Hertutik menjelaskan bahwa rujak sayur petis abang menjadi kekayaaan kuliner di Lumajang. Ia menyebutkan bahwa kuliner malam ini hanya dapat ditemui di Lumajang dan menjadi sesuatu yang patut dicoba oleh masyarakat yang datang ke Lumajang.

"Inilah kekhasan kuliner Lumajang, memang nikmat menikmati rujak malam-malam begini, enak pokoknya patut dicoba," ujarnya. (Kominfo-lmj/ ydc)

Portal Berita Lumajang V.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan