Wabup Lumajang : Pohon Beringin di Alun-alun Penuh Kenangan
18 Januari 2021 | Dilihat 262 kali | Penulis Andika . Redaktur Anam
Foto : Dok. Kominfo-lmj

Hujan lebat yang melanda Kabupaten Lumajang tepatnya di wilayah Kecamatan Lumajang dan sekitarnya pada Minggu, (17/1/2021) sore menyisakan sebuah kenangan bagi masyarakat Lumajang.

Hujan lebat pada sore itu mengakibatkan pohon beringin yang berusia lebih dari 100 tahun, yang merupakan jantung kota di Alun-alun Kabupaten Lumajang tumbang, sekitar pukul 16.00 WIB.

Tumbangnya pohon beringin itu meninggalkan kesedihan bagi masyarakat Lumajang, bahkan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah), hal itu diungkapkannya dalam postingannya melalui akun media sosial @indahmasdar, Minggu (17/1/2021).

Dalam postingannya tersebut, dirinya menceritakan sekilas tentang masa lalunya saat dirinya masih bersekolah di SMPN 1 Lumajang yang lokasinya saat ini sudah menjadi tempat perpustakaan umum.

"Tempat berteduh dan bermain saya ketika masih anak-anak sampai remaja, sekolah saya di SMPN 1 Lumajang yang saat ini jadi perpustakaan umum. Sudah barang tentu saya dan kawan-kawan hampir setiap hari bermain dan berolahraga di alun-alun. Sedih, sudah pasti," ujarnya.

Sore hari itu juga Wakil Bupati Lumajang juga banyak menerima pesan masuk di ponselnya. Berbagai macam komentar ia terima, ada yang sedih, ada yang mengingatkan akan masa lalu, bahkan ada yang meramalkan kenapa pohon beringin itu tumbang.

"Percaya atau tidak, ketika apel pertama di alun-alun, setelah kami dilantik, Cak Thoriq bilang "Eman ya bunda, beringin ini sepertinya tidak sehat, harus kita selamatkan. Iya cak, beringin ini penanda dan ikon alun-alun ini," kata dia.

Oleh karena itu, Dirinya dan Bupati Lumajang meminta maaf kepada masyarakat Lumajang, karena saat ini ia menganggap gagal menyelamatkan pohon beringin yang sudah menjadi ikon alun-alun Kabupaten Lumajang. (Kominfo-lmj/Ad)

Portal Berita Lumajang V.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan