Simulasi Bencana Dilakukan Di Lingkungan Sekolah
25 Juni 2021 | Dilihat 104 kali | Penulis Fadlilah . Redaktur Joko

Sejumlah siswa-siswi sekolah di MTs Nurul Islam Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang diajak untuk mengenali bencana dan proses melindungi diri saat terjadi bencana. Kegiatan yang dilakukan dalam rangka membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) itu berlangsung selama 2 hari, sejak 23 Juni 2021 kemarin.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan simulasi bencana gempa bumi oleh Tim SRPB Propinsi Jawa Timur dengan praktik ketika ada gempa bumi terjadi di Sekolah. Hal ini dilakukan agar Sekolah lebih partisipatif dan antisipasi terhadap bencana gempa bumi.

Kepala Seksi Pencegahan Propinsi Jawa Timur, Dadang Iqwandi mengatakan kunci dari keselamatan saat terjadi bencana adalah diri sendiri. Sehingga diperlukan kesiapsiagaan dari masing-masing individu.

"85 % keselamatan saat terjadi bencana adalah dari diri sendiri yang selalu siaga terhadap bencana," terangnya.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu yang lalu ribuan rumah di wilayah Kabupaten Lumajang, utamanya di Kecamatan Tempursari, Pronojiwo dan Pasrujambe rusak akibat gempa yang terpusat di Wilayah Kabupaten Malang. Dalam bencana gempa bumi tersebut juga dilaporkan 6 orang meninggal dunia dan puluhan orang luka tertimpa reruntuhan bangunan.

Untuk meminimalisir dampak bencana, maka dibutuhkan kesiapan dan pengenalan potensi bencana yang ada di sekitar.

"Kenali ancamannya, kurangi resikonya, siapkan strateginya, siap untuk selamat," imbuh Dadang. (Kominfo-Lmj/Fd)

Portal Berita Lumajang V.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan