Bupati Tinjau "Kaliregoyo", Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia
05 Juli 2021 | Dilihat 147 kali | Penulis Dwi Andika Dharmawan . Redaktur Joko

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bersama dengan sejumlah kepala PD terkait meninjau proyek pembangunan Jembatan Gantung "Kaliregoyo" yang menghubungkan antara Dusun Sumberkajar Desa Jugosari dengan Dusun Kebondeli Selatan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Minggu (4/7/2021).

Bupati Lumajang menyampaikan, pembangunan Jembatan Gantung "Kaliregoyo" rencana akan diselesaikan selama 212 hari dengan panjang 198 meter yang menjadikan jembatan gantung terpanjang di Indonesia.

"Insyaallah akhir bulan depan sudah selesai dan sudah bisa digunakan. Jembatan gantung ini dibangun dengan anggaran 9 Milyar lebih, dengan anggaran APBN melalui Kementrian PUPR," ungkapnya.

Dijelaskan, jembatan gantung tersebut dibangun atas keresahan masyarakat Kebondeli Selatan yang selalu menyeberang sungai untuk akses pemenuhan kebutuhan setiap harinya. termasuk anak-anak sekolah yang sering kali menyebrangi sungai setiap akan berangkat dan pulang sekolah.

"Saat terjadi banjir di Kaliregoyo, ya sudah dua RT di Kebondeli Selatan Desa Sumberwuluh ini akan tertutup akses untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Apalagi kalau ada yang sakit atau mau melahirkan, tentu tidak bisa segera dapat ditangani dengan cepat," ujar bupati.

Bupati berharap hasil pembangunan Jembatan Gantung Kaliregoyo akhir bulan depan akan jadi pemandangan jembatan gantung yang sangat indah

Usai meninjau jembatan gantung, Bupati Lumajang juga meninjau Titik Nol Jalan Limpas Tambang Pasir guna melakukan mediasi dengan para penambang pasir manual atau sedotan dan supir truck pasir.

Bupati Lumajang mengatakan, ke depan akan ada beberapa perencanaan pembenahan jalan khusus tambang pasir yang mengalami kerusakan akibat banjir. Dirinya juga meminta saat perbaikan jalan dilakukan, para penambang pasir manual atau sedotan yang melalukan pengambilan pasir agar menjauh dari perbaikan jalan tambang sehingga tidak menggangu jalan.

"Bupati harap ke depan setelah jalan khusus tambang diperbaiki, jalan tambang bisa dimanfaatkan dan dijaga supaya ke depan sama-sama mendapatkan hasil," imbuhnya.

Diketahui, di sepanjang jalan khusus tambang pasir mulai dari titik nol masih terdapat pungutan liar oleh oknum masyarakat. Untuk itu, bupati berharap segera ada tindakan dari instansi terkait untuk segera melaksanakan koordinasinasi dengan kepala desa setempat agar menegur atau memperingatkan oknum masyarakat tersebut. (Kominfo-Lmj/ad)

Portal Berita Lumajang V.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan