Bupati Larang Masyarakat Selenggarakan Takbir Keliling
12 Mei 2021 | Dilihat 78 kali | Penulis Yongki Dwi Cahyadi . Redaktur Joko
Foto : Dok. Kominfo-Lumajang

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq melarang masyarakat Lumajang melakukan takbir keliling. Hal itu ditegaskannya dihadapan awak media di Kantor Bupati Lumajang, Senin (10/05/2021).

"Pelaksanaan takbir keliling berdasarkan rapat untuk tidak dilakukan, jadi takbir dilakukan di mushola dan masjid dengan soundsystem yang hanya ada di dalam mushola atau masjid," ujarnya.

Pelarangan takbir keliling tersebut merupakan amanat Surat Edaran Menteri Agama dan Gubernur Jawa Timur untuk menekan penyebaran Covid-19 selama malam takbir dan Sholat Idul Fitri.

Bupati menjelaskan bahwa takbir keliling ditiadakan dan diganti dengan takbir di masing-masing mushola atau masjid. Kapasitas di dalam masjid atau mushola selama pelaksanaan takbir juga dibatasi maksimal 10% dari kapasitas masjid/mushola.

Sementara untuk pelaksanaan Sholat Idul Fitri, bupati mempersilakan masyarakat menggelar sholat di masjid atau mushola di lingkungannya masing-masing. Namun dalam pelaksanaannya bupati mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan.

"Himbauan kita kepada masyarakat boleh menggunakan mushola atau tempat terbuka sebagai tempat pelaksanaan sholat idul fitri, sekaligus untuk mengurai supaya masjid dapat melaksanakan Sholat Idul Fitri sesuai dengan kapasitas protokol kesehatan dan pelaksanaannya tertib," imbaunya.

Dalam kesempatan itu, Dandim 0821/Lumajang, Letkol Inf Andi Andriyanto Wibowo saat rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda Lumajang mengimbau agar penggunaan pengeras suara hanya di lingkungan masjid/mushola.

"Takbir di dalam masjid soundsystemnya hanya di dalam masjid atau mushola tidak boleh sampai keluar," imbaunya. (Kominfo-lmj/Ydc)

Portal Berita Lumajang V.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan