Bupati Lumajang Ikuti Rakor Penanganan Covid-19 Wilayah Jawa Timur Secara Virtual
08 Juni 2021 | Dilihat 78 kali | Penulis Bobby Wijayanto . Redaktur Joko

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq didampingi Dandim 0821/Lumajang dan Kapolres Lumajang, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 di Wilayah Jawa Timur secara virtual, bertempat di ruang eksekutif Mapolres Lumajang, Senin (07/06/21) malam.

Rakor tersebut digelar oleh Pemprov Jatim guna menangani serta mengatasi melonjaknya pasien yang terconfirmasi Covid-19 beberapa hari terakhir ini di beberapa daerah di Jawa Timur.

Di kesempatan itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Ganip Warsito menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan komunikasi dan bersinergi di setiap daerah seluruh Indonesia dalam penanganan Covid-19, menurutnya melalui kerjasama yang baik, wabah Covid-19 pasti akan bisa tertangani.

"kita terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, TNI, Polri dan komponen bangsa lainnya," ungkapnya.

Kepala BNPB yang sekaligus menjadi Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nasional menerangkan saat ini pemerintah pusat telah menerapkan 3 hal dalam program penangan Covid-19, di antaranya Program vaksinasi, Program Penangan Kesehatan dan Program Pemulihan Ekonomi.

Terkait lonjakan kasus Covid-19 di beberapa wilayah pasca lebaran, Kepala BNPB berharap kepada Pemprov serta Pemda agar terus menjalankan program-program dari pemerintah pusat agar bisa menekan angka pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Lonjakan kali ini sudah kami prediksi dan antisipasi dengan berbagai langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Pemda yang cukup berhasil dalam menekan laju covid ini," harapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, dilihat dari materi Dinas Kesehatan Prov Jatim bahwa jika Bed Occupancy Ratio (BOR) di daerah mencapai di atas 80% sudah masuk dalam ketegori hitam, jika 60 - 80% masuk kategori merah, menurutnya jika ada daerah yang sudah masuk kategori hitam atau merah maka daerah tersebut harus waspada dalam penanganan Covid-19.

"Pada dasarnya kita tidak kekurangan BOR, karena BOR isolasi masih 23% kemudian BOR ICU 32% dan itu artinya di beberapa daerah masih cukup longgar," ungkapnya.

Terkait kepulangan PMI/WNI di wilayah Provinsi Jawa Timur, Gubernur juga menyampaikan bahwa setiap daerah harus waspada dan selalu memantau jika terdapat PMI/WNI yang datang, menurutnya hal itu penting dilakukan dalam mengantisipasi terhadap kemungkinan penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. (Kominfo-lmj/bob)

Portal Berita Lumajang V.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan