Ngeliwet Di Ponpes Ala Bunda Indah dan Nawaning se Kabupaten Lumajang
26 Oktober 2021 | Dilihat 151 kali | Penulis Muhammad Syahrul Fadlillah . Redaktur Joko

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati bersama Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Ny. Musfarina Thoriq dan Ketua Dharma Wanita Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono mengikuti keseruan Lomba Ngeliwet Nawaning yang diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional 2021 di Pondok Pesantren Darun Najah, Petahunan Sumbersuko, Senin (25/10).

Bunda Indah sapaan akrab Wabup menunjukan kepiawaiannya dalam memasak, pun begitu dengan istri Bupati Lumajang, Ning Farin. Keduanya memasak menu Sambal Terong Bakar, Tempe Penyet dan Telur Dadar serta beberapa menu andalan khas santri.

Sementara, Ny. Rahayu Agus Triyono istri Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang bersama istri Danki C Batalyon 527/by, Ny. Yulius memasak menu dengan memaksimalkan bahan yang disediakan panitia, yaitu Telur Dadar, Sambal Tempe, Teri dan Telur Dadar.

Dalam kesempatan itu, Bunda Indah mengungkapkan memasak Nasi Liwet merupakan pengalaman yang luar biasa. Menurutnya, Lomba Ngeliwet menjadi pengingat bahwa santri jaman dulu tidak hanya sekedar menuntut ilmu agama, melainkan juga belajar hidup mandiri.

"Bahwa jadi santri jaman dulu tidak hanya belajar mengaji tapi jaman dulu susahnya untuk makan, masak pakai kayu, itu menariknya, untuk semua bisa mengingat," ungkapnya.

Selain itu, Ia menuturkan bahwa kemampuan memasak sangat diperlukan terutama untuk wanita, karena dalam berumahtangga, masakan istri akan selalu jadi kesukaan suami.

"Anak-anak sekarang harus bisa masak, terutama para santriwati harus bisa masak, setinggi apapun karirmu pasti yang nikmat adalah masakan istri," tuturnya.

Di sisi lain, Ning Farin berharap lomba ngeliwet tetap dilestarikan agar para santri jaman sekarang bisa mengetahui susahnya menjadi santri jaman dulu.

"Alhamdulillah, sudah lama tidak masak dengan cara liwet, ini luar biasa kalau dilestraikan. Mengingatkan bahwa para santri jaman dulu tidak semudah dengan yang dirasakan santri saat ini," ungkapnya.

Lomba Ngeliwet kali ini diikuti oleh Nawaning, yang artinya kumpulan para Ning (panggilan anak perempuan kyai, red). Kurang lebih 20 Ning berpartisipasi dalam Lomba Ngeliwet yang disiarkan live oleh LTN NU Kabupaten Lumajang. (Kominfo-Lmj/Fd)

Portal Berita Lumajang V.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan