Meniti Transformasi, Perpustakaan Lumajang Berbasis Inklusi Sosial
12 Juni 2024 | Dilihat 226 kali | Penulis Bobby . Redaktur Anam
Foto : Dok. Kominfo-lmj

Perpustakaan Daerah Kabupaten Lumajang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pinjam dan baca buku, melainkan juga menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan bakat masyarakat, khususnya generasi muda. Dalam upaya meningkatkan minat baca dan pengetahuan masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang terus berinovasi dengan menyelenggarakan program-program berbasis inklusi sosial.

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lumajang, Deny menjelaskan bahwa perpustakaan berbasis inklusi sosial telah mengalami transformasi sejak tahun 2018. Kini, perpustakaan tidak hanya menyediakan layanan pinjam buku, namun juga sebagai tempat pelatihan, pameran buku, dan karya seni.

"Dengan fasilitas yang memadai, kami berharap masyarakat Lumajang dapat menikmati dan memanfaatkan seluruh layanan yang tersedia di Perpustakaan Lumajang," ujar dia saat menjadi narasumber dalam Talkshow program Jelajah Informasi dan Berita (Jelita) Bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang, dengan tema "Wujudkan Masyarakat Lumajang Sejahtera Melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial", di Studio LPPL Radio Suara Lumajang, Rabu (12/6/2024).

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Dan Pelayanan Perpustakaan, Supiyati menambahkan bahwa perpustakaan Lumajang telah dilengkapi dengan auditorium yang dapat digunakan untuk berbagai acara besar seperti pertunjukan, konferensi, dan seminar. Ruangan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi komunitas atau lembaga dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Kami telah mempersiapkan auditorium untuk mendukung berbagai kegiatan dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan," tutur Supiyati.

Dalam era digitalisasi yang pesat, Fasilitator Nasional TPBIS, Tutik Endriyani, menekankan pentingnya adaptasi perpustakaan terhadap perkembangan teknologi. Namun demikian, perpustakaan juga tetap menjaga budaya pinjam dan baca buku tradisional.

"Perpustakaan harus mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan esensi budaya membaca buku," ujar Tutik.

Dengan berbagai upaya ini, Perpustakaan Lumajang tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Kominfo-lmj/Bob)

Portal Berita Lumajang V.2021.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan