Tahun 2020, 14 Desa di Lumajang Akan Nikmati Air Bersih Pamsimas
31 Agustus 2020 | Dilihat 143 kali | Penulis Andika . Redaktur Anam
Foto : Dok. Kominfo-lmj

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Lumajang telah berlangsung sejak 2014 hingga 2020.

“Dalam kurun waktu enam tahun di Kabupaten Lumajang telah ada sekitar 84 desa yang mengikuti Pamsimas. Sedangkan, sisanya empat belas desa masih dalam proses pelaksanaan di tahun 2020,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang Endah Mardiana saat menggelar kegiatan Sosialisasi Tingkat Kabupaten Usulan Program HID, HKP, HAMP dan HALS Pamsimas III Tahun 2021, bertempat di Ruang Nararya Kirana Kantor Bupati Lumajang, Senin (31/8/2020).

Endah Mardiana juga mengatakan, bahwa untuk dapat menjaga keberlanjutan dan penambahan penerima manfaat sarana air minum, maka pemerintah pusat mengintervensi beberapa program turunan yang bisa diikuti oleh desa-desa pasca Pamsimas di Kabupaten Lumajang.

Lanjut dia, adapun beberapa program turunan Pamsimas diantaranya, Program HAMP (Hibah Air Minum Perdesaan), Kabupaten Lumajang telah mengikuti HAMP sejak tahun 2017. Program HID (Hibah Insentif Desa), Kabupaten Lumajang mengikuti HID baru tahun 2020. Program HKP (Hibah Khusus Pamsimas), Kabupaten Lumajang mengikuti HKP sejak tahun 2019 yang bersumber dari dana APBD dan APBN.

Sedangkan, program DAK-P (Dana Alokasi Khusus Penugasan), program tersebut diberikan kepada desa paska Pamsimas dalam rangka meningkatkan atau mengembangkan sarana air minum yang sudah terbangun melalui program Pamsimas sebelumnya. Serta program HALS (Hibah Air Limbah Setempat) sudah diikuti Kabupaten Lumajang sejak tahun 2018.

Endah menambahkan bahwa di Tahun Anggaran 2021, Kabupaten Lumajang merencanakan pembangunan air minum melalui berbagai program, yakni program Pamsimas reguler sebanyak 20 desa, HAMP sebanyak 2000 sambungan rumah, HID kurang lebih 7 desa, HKP kurang lebih 10 desa, DAK Penugasan air minum 21 desa, serta HALS sebanyak 250 unit.

"Program-program diatas merupakan program jangka pendek untuk sedikit membantu mengurangi beban permasalahan terkait sarana air minum dan sanitasi," imbuh dia.

Dirinya juga berkeinginan agar ke depan untuk mengatasi persoalan krisis air minum khususnya daerah utara, maka Pemerintah Kabupaten Lumajang berupaya memanfaatkan dan mengoptimalkan sumber mata air yang berada di Desa Pandansari Kecamatan Kedungjajang (Sumber Mrutu) dan Desa Sumberwringin Kecamatan Klakah.

"Pelaksanaan paska PAMSIMAS di desa-desa di Kabupaten Lumajang rata-rata berkinerja baik. Kinerja di masing-masing desa maupun kecamatan tidak akan pernah warna hijau kalau Camat dan Kepala Desa maupun dinas terkait tidak saling membantu. Terimakasih atas kerjasamanya selama ini, kami hanya memfasilitasi," pungkasnya. (Kominfo-lmj/Ad/An-m)