Bunda Indah: Guru Profesi Mulia dan Tak Tergantikan
25 November 2021 | Dilihat 183 kali | Penulis Yongky Dwi Cahyadi . Redaktur Joko

Guru merupakan profesi mulia dan tak tergantikan. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati pada Upacara Peringatan HUT PGRI ke 76 dan Hari Guru Nasional 2021 di Halaman Kantor Bupati Lumajang, Kamis (25/11/2021).

"Saya berdiri di sini karena guru, kita semua jadi orang hebat juga karena guru, profesi guru profesi yang mulia dan tak tergantikan," ujarnya.

Hari ini, 25 November 2021 kita kembali mengenang sejarah 76 tahun lalu, ketika para guru di seluruh tanah air yang tergabung dalam puluhan organisasi guru yang berbeda paham dan golongan, dengan semangat dan niat mulia bersepakat melebur menjadi satu wadah organisasi, yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

"Tepat seratus hari setelah proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 25 November 1945 PGRI hadir sebagai wadah perjuangan guru, pendidik dan tenaga kependidikan, memperjuangkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, serta berkhidmat untuk memajukan pendidikan khususnya di Kabupaten Lumajang," ujar Bunda Indah.

Lebih lanjut, Bunda Indah juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada para guru honorer dan tenaga pendidikan yang lain. Ia bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq berkomitmen memperhatikan kesejahteraan insan pendidikan di Lumajang.

"Tentu ini menjadi komitmen kita bersama bahwa kami akan terus meningkatkan kesejahteraan guru, semoga APBD kita semakin bertambah sehingga kami lebih leluasa memperhatikan kesejahteraan para guru, termasuk tenaga honorer di atas 35 tahun, kami berusaha untuk terus berusaha dan berupaya bersurat kepada pemerintah pusat untuk memprioritaskan kepada usia di atas 35 tahun," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Indah menyampaikan bahwa prioritas pemberian vaksin di lingkungan pendidikan merupakan wujud perhatian komitmen pemerintah terhadap sektor pendidikan. Oleh karenanya para guru diprioritaskan mendapatkan vaksin yang pertama sehingga pembukaan kegiatan belajar mengajar tatap muka tidak menjadi cluster baru penyebaran Covid-19.

"Kami berharap para guru yang dilingkungannya menjadi tokoh dan di tokohkan oleh masyarakat juga bisa membantu meningkatkan pencapaian vaksin di Lumajang dengan mengajak masyarakat di lingkungan masing-masing untuk mengikuti vaksinasi," pungkasnya (Kominfo-lmj/Ydc)

Portal Berita Lumajang V.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan