Inflasi Jawa Timur Turun Mencapai 1,39%
03 November 2020 | Dilihat 241 kali | Penulis Fadly . Redaktur Fadly
Foto : Dok. Kominfo-Lmj

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengikuti kegiatan High Level Meeting dan Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur dengan tema Inovasi Mengoptimalkan Peran BUMD Sebagai Intermediatory Supply Demand Komoditas Strategis secara virtual di Ruang Rapat Mahameru, Kantor Bupati Lumajang, Selasa (3/11/2020).

Dalam kesempatan itu, Wabup didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah dan Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Lumajang. Rakor tersebut dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jatim, Khofifah meminta BPS dan Bank Indonesia untuk mengkaji pengaruh dampak rendahnya inflasi Jawa Timur terhadap perekonomian dan kesejahteraan dan ekspetasi inflasi ke depan. Dirinya juga menginstruksikan agar TPID kabupaten/kota juga turut menyelesaikan disparitas harga antar kabupaten/kota.

Selain itu, gubernur juga meminta agar dilakukan optimalisasi BUMD pangan sebagai intermediatory komoditas pangan strategis Jawa Timur dan Kantor Perwakilan Dagang untuk kerjasama antar daerah.

"Diperlukan penguatan kerjasama antar daerah di Jawa Timur, termasuk optimalisasi peran BUMD sebagai pusat distribusi provinsi atau regional, dan KPD terutama untuk beberapa komoditas strategis pangan nasional," ungkapnya.

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan memaparkan kondisi inflansi Provinsi Jawa Timur terkini. Tidak dimungkiri, kondisi pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap perekonomian nasional termasuk Wilayah Jawa Timur. Beberapa sektor di Jawa Timur mengalami penurunan, salah satunya pada sektor pariwisata.

Menurut Dadang, perkembangan pariwisata mengalami penurunan sejak Bulan Januari sampai titik terendah pada Bulan Mei. Hingga saat ini, sektor pariwisata belum mengalami kenaikan signifikan, namun tetap beranjak naik dari sebelumnya. Pun demikian, Jawa Timur masih memiliki sektor penopang, yaitu industri, perdagangan dan pertanian.

Terkait inflasi, pada Tahun 2020 cenderung stabil, lebih rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun 2020 Inflasinya relatif rendah, untuk harga relatif stabil, jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, lebih rendah dibandingkan tahun lalu," terangnya.

Senada dengan Dadang, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jatim, Difi Ahmad Johansyah juga menyebutkan bahwa inflasi Jawa Timur berada pada angka 1,39% per Oktober 2020. Hal itu lebih rendah dari Tahun 2019, yang mencapai 1,97%.

Difi Ahmad menilai inflasi yang lebih rendah tersebut disebabkan oleh penurunan tekanan pada kelompok administered prices (penyesuaian tarif seiring pemberlakuan kebijakan adaptasi normal baru) dan lebih rendahnya fluktuasi harga pada kelompok valatille food serta penurunan inflasi core akibat penurunan aktifitas masyarakat dan mengakibatkan penurunan domestik sejalan dengan adanya Covid-19. (Kominfo-Lmj/Fd).

Portal Berita Lumajang V.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan