Budidaya Jamur Tiram, Berdayakan Tetangga
06 September 2020 | Dilihat 124 kali | Penulis Fadly . Redaktur Fadly
Foto : Dok. Kominfo-Lmj

Pembudidayaan Jamur Tiram di Kabupaten Lumajang sudah banyak dilakukan oleh masyarakat, Fifit salah satunya. Laki-laki asal Dusun Sido Makmur Desa Gucialit Kecamatan Gucialit ini telah memulai pembudidayaan sejak 10 tahun yang lalu.

Sampai saat ini, Fifit telah memiliki kurang lebih 10.000 baglog Jamur Tiram yang siap panen dalam kurun waktu 4 bulan. Dirinya membagi baglog-baglog itu dalam 2 lumbung miliknya untuk memudahkan perawatannya.

Dalam melakukan budidaya, Fifit juga melibatkan ibu-ibu yang bertempat tinggal di sekitar lokasi budidaya Jamur Tiram untuk pembuatan baglog. Berkat usahanya tersebut, secara tidak langsung Fifit telah membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran dan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Awalnya juga saya mulai dari sedikit baglog, semakin kesini ya alhamdulillah mulai berkembang sampai dibantu beberapa tetangga," ujar Fifit disela kegiatannya.

Dalam pembudidayaannya, ada dua jenis jamur yang di budidayakan, yaitu jamur tiram putih dan jamur tiram coklat. Menurut fifit, masing-masing jamur memiliki cita rasa yang berbeda. Jamur tiram coklat memiliki kualitas yang bagus dengan kadar air yang lebih sedikit, harganya juga relatif lebih mahal. Dalam sehari saat musim panen, fifit bisa memenuhi permintaan pasar hingga 40 Kg.

Soal pasar, Fifit mengaku selain dijual sendiri, sudah beberapa penjual sayur atau mlijo yang mengambul jamur miliknya. Dirinya bersyukur hasil usahanya tersebut saat ini bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan membantu perekonomian masyarakat. (Kominfo-Lmj/Ferdian/Fd)