KAPULAGA TOPANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT PASRUJAMBE SELAMA PANDEMI
05 Agustus 2020 | Dilihat 199 kali | Penulis Yongky . Redaktur
Foto : Dok. Kominfo-lmj

Sektor pertanian menjadi penopang masyarakat di tengah turunnya perekonomian akibat hantaman pandemi Covid-19. Di Kecamatan Pasrujambe, salah satu produk pertanian yang menipang ekonomi masyarakat adalah kapulaga.

Camat Pasrujambe, Dian Nurwisudah Kurniawan Hadi Pamujo menjelaskan bahwa permintaan kapulaga selama pandemi meningkat. Harga jual rempah ini juga terus mengalami kenaikan.

"Saat ini harga jual keringnya itu sudah mencapai 260 ribu perkilo, kenaikan harga ini melonjak selama masa pandemi Covid, sebelumnya harga sekitar 170 ribu naik terus mencapai 260 ribu," ungkapnya.

Permintaan pasar terhadap kapulaga ini disinyalir karena masyarakat meyakini dengan mengkonsumsi rempah-rempah bisa meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga meminimalkan potensi terkena berbagai virus, termasuk corona.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa tanaman kapulaga tumbuh subur di tanah Pasrujambe. Harga jual dan perawatan selama masa tanam yang mudah membuat banyak masyarakat Pasrujambe menanam rempah ini di perkebunannya.

"Kapulaga ini tersebar di Desa Pasrujambe Dusun plambang, carangkuning, kemudian di Jambekumbunya sendiri di gencono, di tawon songo juga ada," jelasnya.

Sementara itu, Sugiyanto, warga Gencono merasakan berkah dari Kapulaga. Ia mengungkapkan dalam setahun di kebun miliknya dapat memanen 3 kali dalam setahun.

"Dulu warga sini menanam cengkeh sama kopi, tapi kalau cengkeh 1 tahun sekali panennya kopi juga, hasilnya jauh dengan kapulaga, selain itu setelah panen juga tidak banyak tenaga setelah panen, tinggal dijemur kering dijual, kalau kopi kan masih harus digiling dan sebagainya," ungkapnya. (Kominfo-lmj/ydc)