Wakil Bupati Lumajang Kunjungi Bayi Penderita Palatosis
13 September 2021 | Dilihat 176 kali | Penulis Bobby Wijayanto . Redaktur Joko

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, didampingi Kepala Dinas Sosial Lumajang dan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lumajang, mengunjungi Aurelia maharani, bayi perempuan berusia 4 bulan, yang sejak lahir mengalami cacat bawaan berupa sumbing langit-langit mulut atau dalam istilah medis dinamakan palatosis atau sumbing palatum, di Jalan Seruji Gang Manggis, Kelurahan Ditotrunan Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Senin (13/09/21).

"Saya hari ini datang bersama Baznas dan Dinas Sosial untuk memastikan bahwa bayi dan keluarganya terlindungi oleh asuransi BPJS," ungkap Wabup.

Selanjutnya, Bunda Indah sapaan akrab Wakil Bupati Lumajang juga menyampaikan, bahwa dalam penanganan penyembuhan Balita Aurel tersebut perlu dilakukan operasi di Rumah Sakit. Karena proses operasi membutuhkan biaya dan mereka dari keluarga kurang mampu, maka Pemerintah Kabupaten Lumajang akan membantu semua proses operasi dan pengobatannya.

"Dinas Sosial akan mengawal ini dan mendaftarkan ke BPJS atas tanggungan dan biayanya akan dibayar oleh Pemerintah Daerah dan pihak Baznas Lumajang juga ikut membantu," terangnya.

Wakil Bupati Lumajang berharap, kepada masyarakat Lumajang yang dalam kondisi ekonominya lebih dari cukup, untuk turut serta membantu atau bersedakah melalui Badan Amil zakat yang ada di Kabupaten Lumajang.

"Salurkan amal dan zakat ke Baznas dan forum zakat lainnya, karena mereka menyalurkan bantuan dengan tepat sasaran," terangnya.

Sementara, Ketua Baznas Lumajang Atok Hasan Sanusi menyampaikan bahwa pihaknya terus mendukung langkah-langkah dari Pemkab Lumajang untuk membantu masyarakat yang kurang mampu baik di bidang kesehatan, pendidikan dan sosial. "Informasi-informasi sekecil apa pun, Baznas Lumajang akan membantu," ujarnya. (Kominfo-lmj/bob)

Portal Berita Lumajang V.2.1 © Hak Cipta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang | Dibuat dan dikembangkan dengan